About my Blog
Blog ini berisi monolog-monolognya A.R.Juna. yang dipublikasikan di atas internet. Semoga dengan membaca blog ini dapat memberikan manfaat tersendiri bagi yang membacanya.

Rabu, 01 September 2010

Es Krim yang Meleleh

Di postingan kali ini saya hanya ingin membahas sekilas tentang analogi es krim dan hal-hal yang muncul dalam kehidupan kita.

Kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidup yang mengharuskan kita memilih salah satu dari dua atau lebih hal yang sama-sama kita inginkan atau sukai.
Apabila kita terlalu lama dalam memutuskan untuk memilih salah satunya, dua atau lebih pilihan yang ada di depan kita tersebut akan hilang seperti terlihat pada kutipan cerita manga di bawah ini.



Contoh di atas bisa diaplikasikan ke dalam banyak hal, misalnya dalam hubungan interpersonal, dalam pekerjaan, dalam pemilihan tema skripsi /halah, dan sebagainya.
Sebagai contoh, dalam hubungan interpersonal, kadang kita harus sedikit mengorbankan hubungan dengan seseorang (misalnya teman) untuk menjaga hubungan dengan orang lain (misalnya anggota keluarga atau kekasih hati), yang apabila kita tidak cepat memilih dan bingung mana yang akan diprioritaskan, hubungan dengan keduanya justru akan menjadi lebih renggang (dibandingkan apabila kita cepat memutuskan, hanya hubungan dengan salah satunya yang akan menjadi renggang, atau malah mungkin hubungan dengan keduanya bisa terjaga).
Dalam cerita manga di atas juga ceritanya berkaitan dengan hubungan interpersonal, si tokoh utama berada dalam dua pilihan yaitu wanita yang disukainya dan perempuan yang menyukainya, dan nenek si tokoh utama ingat kalau dia bahkan tidak bisa memutuskan untuk makan es krim yang mana sewaktu kecil.
Dalam pekerjaan juga seperti itu, jelas apabila kita terlalu lama bingung mau mengerjakan pekerjaan yang mana terlebih dahulu, justru akan membuang waktu percuma, atau mana klien yang akan diprioritaskan, dan sebagainya, atau bisa juga ketika memilih satu dari beberapa pekerjaan yang ditawarkan ketika kita sedang mencari pekerjaan.
Dan dalam hal-hal lainnya selain contoh di atas yang mengharuskan kita memilih satu dari berbagai pilihan yang ada.

Maka dari itu, berhati-hatilah agar es krimnya tidak meleleh, jangan terlalu lama dalam memutuskan pilihan. ;-)
Daripada tidak makan dua-duanya, lebih baik pilih salah satu dan nikmatilah, enjoy it to the max. :-p

English Version @ Wordpress

Senin, 16 Agustus 2010

Pikiran Seorang Mualaf

Postingan kali ini merupakan terjemahan Bahasa Indonesia dari tulisan seorang teman saya di Jepang yang memutuskan untuk memeluk agama Islam sekitar setengah tahun yang lalu.

Saat itu dia ingin menyampaikan pikirannya dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan saya diminta tolong untuk menerjemahkannya. Kemudian saya diberi izin untuk mempublikasikannya di blog saya sendiri, karena saya tertarik dengan sudut pandang yang dimilikinya.
Namun setelah sekian lama, saya baru post hari ini, siapa tahu ada yang tertarik.

私の名前は○○です。
Nama Saya○○

まず、異文化を尊敬することのできる教育をしてくれた両 親に、感謝したいと思います。
Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah mengasuh dan mendidik saya untuk menghormati budaya asing.

イスラム教との出会いは、私がインドネシアの文化に興味を持ったことから始まりました。2003年に仙台でインドネシアを紹介する大きなイベントがありました。とあるインドネシアの踊りを踊れることがきっかけでそのイベントを手伝ったことから、仙台にもインドネシア人が沢山いることがわかりました。
Pertemuan saya dengan agama Islam berawal dari ketertarikan saya terhadap budaya Indonesia. Pada tahun 2003 di Sendai ada event besar yang memperkenalkan tentang Indonesia. Karena dapat
menari suatu tarian Indonesia saya membantu event tersebut, dan kemudian mengetahui bahwa di Sendai pun banyak orang Indonesia.

Selasa, 04 Mei 2010

Retweet di Twitter for Android

Para pengguna Ponsel berbasis Sistem Operasi Android, sekarang dapat menggunakan aplikasi Twitter for Android yang merupakan aplikasi resmi dari Twitter untuk para pengguna mobile.

Bagi para pengguna aplikasi pihak ketiga seperti twidroid, tentu sudah terbiasa dengan fitur Retweet with comments, fitur yang akan memasukkan kembali tweet orang lain sebelum kita tambahkan tweet kita sendiri dengan diberi prefiks RT. Sementara Twitter for Android tidak mendukung fitur tersebut.
Namun, ada aplikasi yang bernama "retweet" di android market yang bisa membuat pengguna untuk menggunakan fitur RT.

Selasa, 24 November 2009

Kasih Sayang = Tumbuhan

Kasih sayang, entah itu dalam bentuk persahabatan dengan teman, atau cinta terhadap keluarga atau kekasih, merupakan hal yang seperti tumbuhan. Kita harus merawatnya apabila tidak ingin layu dan mati.

English Version @ Wordpress

Minggu, 08 November 2009

Untuk Belajar Bahasa Jepang

Postingan kali ini memuat beberapa situs yang menurut saya akan membantu kita, atau setidaknya telah membantu saya dalam mempelajari bahasa Jepang selama ini.

The JLPT Study Page

Situs untuk membantu kita yang ingin belajar dengan tujuan mengikuti ujian Japanese Language Proficiency Test.Di situs ini terdapat bagian daftar kosakata, Kanji, dan beberapa kuis-kuis yang diambil dari soal-soal JLPT sebelumnya.Sampai saat artikel blog ini diterbitkan terdapat bahan belajar untuk JLPT level 4, 3, dan 2.

The Kanji Site

Situs ini merupakan situs yang membantu kita untuk belajar huruf yang digunakan dalam bahasa Jepang yaitu Kana dan Kanji. Situs ini cukup memudahkan kita dalam belajar karena kita tinggal mengklik suatu huruf dan akan muncul keterangan di bagian sebelah kanan halaman. Dalam situs ini terdapat Kanji yang diperuntukkan untuk ujian JLPT level 4, 3, dan 2.

Untuk kedua situs diatas saya merekomendasikan untuk mengunduh keseluruhan isi situsnya untuk dijelajah secara offline, misalnya dengan menggunakan fitur site grabber-nya internet download manager.

JWPce

Merupakan situs tempat mengunduh perangkat lunak Japanese Word Processor, JWPce,

Sabtu, 31 Oktober 2009

Traditional and Emergent Sex Work in Urban Indonesia

Barusan ketika lagi beres-beres tumpukan kertas dan macam-macam bahan bacaan, saya menemukan print-out artikel ini, Traditional and Emergent Sex Work in Urban Indonesia oleh Rebecca Surtees yang diterbitkan pada Agustus 2004.
Artikel ini merupakan publikasi dari Intersections: Gender and Sexuality in Asia and the Pacific.

Sabtu, 21 Februari 2009

Sejarah Valentine?

Kebetulan lagi menjelajah internet dan menemukan artikel ini di situs National Geographic. Isinya tentang sejarah awal mulanya 14 Februari dijadikan hari valentine.

Rabu, 24 Desember 2008

Gajah dan Orang-orang Buta

Saya teringat akan sesuatu yang saya baca di salah satu buku teks dalam salah satu mata kuliah saya dulu.
Saya lupa di dalam buku apa saya membacanya, tapi di dalam buku itu, ketika sampai pada pembahasan tentang definisi akan suatu hal (sesuatu yang dibahas dalam buku tersebut), penulis buku tersebut mengatakan bahwa tidak ada satu definisi yang diterima secara universal akan suatu hal tersebut. Penulis buku tersebut menganalogikannya dengan filosofi tentang gajah dan orang-orang buta.

Gajah merupakan binatang yang sangat besar, jadi ketika para orang buta tersebut diminta untuk menjelaskan seperti apa binatang tersebut, mereka memberikan jawaban yang sama sekali berbeda. Misalnya, orang buta pertama yang berdiri di depan gajah tersebut menyentuh belalai gajah tersebut dan mengatakan bahwa gajah tersebut berbentuk seperti ular yang besar. Sementara orang buta yang kedua mengatakan bahwa gajah tersebut mirip banteng, karena orang buta kedua tersebut menyentuh gading dari gajah tersebut. Seperti yang lain, orang buta berikutnya mengatakan bahwa gajah itu mirip kuda, karena dia menyentuh ekor gajah tersebut. Sementara orang buta yang lain yang menyentuh kaki gajah tersebut mengatakan bahwa gajah tersebut pasti mirip batang pohon. Dan seterusnya sampai orang buta terakhir.

Filosofi ini dapat diterapkan pada banyak hal lainnya, seperti ketika di dalam diskusi akan suatu hal, dalam suatu pertemuan, dalam cara kita memandang kasih sayang, hubungan antar manusia, kejadian yang baru saja terjadi di sekeliling kita, atau dalam bagaimana kita memandang hidup itu sendiri.

Kalau yang saya lihat, penulis buku tersebut ingin mengatakan bahwa sesuatu (misalnya, suatu permasalahan atau suatu kejadian) bisa terlihat berbeda untuk orang-orang yang tidak mempunyai nilai-nilai, minat-minat, dan kepercayaan yang sama. Untuk sebagian orang, saya mungkin hanya menyatakan kembali hal yang sudah jelas, tapi saya pikir banyak orang yang menganggap cara berpikir mereka sebagai yang paling benar dan tidak menghormati cara berpikir orang lain.

Saya sering melihat orang-orang yang memandang diri mereka sendiri sangat tinggi dan mempunyai sikap meremehkan orang lain dan sering kali mempunyai gaya bicara yang tidak menghargai orang lain terutama kepada orang-orang yang mereka anggap lebih rendah dari mereka. Saya cuma berpikir, mengapa kita begitu bangga dengan apa yang kita ketahui (atau punyai) dan menempatkan pengetahuan orang lain (atau orang lain itu sendiri) sebagai hal yang tidak penting?

Manusia ingin diperlakukan istimewa oleh karena itu mereka mencari ekslusivitas. Karena itu pula muncul kompetisi. Namun penting juga bagi kita untuk tetap membuka pikiran dan menghormati pikiran orang lain. Daripada mengatakan “saya benar, kamu salah”, kenapa kita tidak mencoba mengatakan “saya pikir di antara kita tidak ada yang salah, hanya saja kita melihatnya dari perspektif yang berbeda”. Seperti filosofi gajah dan orang-orang buta di atas, kita cenderung mempunyai pemahaman yang berbeda tergantung sudut pandang kita masing-masing.

Tentu saja, saya tidak menganjurkan bahwa kita jangan membela apa yang kita percayai. Malah saya merasa bahwa kita harus membela apa yang kita percayai, sementara itu kita juga harus membuka pikiran dan menghormati orang lain dengan tidak membiarkan ego kita mengambil alih pikiran jernih kita.
Bagi saya menyerang apa yang orang lain percayai dengan cara-cara yang merendahkan orang lain hanyalah terlihat sebagai egosentris.

Apakah kita tidak akan mempunyai pandangan yang lebih luas akan sesuatu hal apabila kita mengombinasikan pandangan-pandangan kita akan sesuatu hal tersebut?

English Version @ wordpress

Jumat, 06 Juni 2008

Batu Besar(大きな石)

Postingan blog kali ini merupakan terjemahan dari blog posting-an contact saya di situs mixi
Karena dia memberikan izin untuk nge-share ke siapa aja, saya terjemahkan terus saya tulis disini, siapa tau anda tertarik...
Menurut saya ini hal yang sebenarnya penting bagi kehidupan, tapi karena umumnya kita merasa udah tahu, jadi pengetahuan ini jadi "taken for granted", yaitu kita nggak terlalu menghargai maknanya walaupun kita tahu...

Intinya sih sebenarnya hanya tentang prioritas...

------------------------------------------------------------------------------------------

Di satu universitas, dalam satu kelas

"waktunya kuis", sang dosen berkata sambil mengeluarkan sebuah toples besar, kemudian ditaruh di podium.

Sang dosen memasukan batu satu persatu ke dalam toples tersebut.

Setelah toples tersebut tidak bisa lagi di masukan batu. sang dosen bertanya pada para mahasiswa, "Toples ini, sudah penuh atau belum?"

Para mahasiswa di dalam kelas tersebut menjawab, "ya"

"Benarkah?", kata si dosen, sambil mengeluarkan ember yang terisi penuh dengan kerikil dari bawah podium.

Kemudian, setelah menuangkan kerikil ke dalam toples, sang dosen menggoyang toples tersebut, sehingga kerikil-kerikil tersebut mengisi celah-celah antara batu yang lebih besar.

Kemudian, si dosen sekali lagi bertanya, "toples ini sudah penuh atau belum?"

Para mahasiswa, tidak bisa menjawab...

Seorang mahasiswa menjawab, "mungkin, belum"
Sang dosen tertawa, "benar sekali", dan kemudian mengeluarkan ember yang berisi pasir dari bawah podium.

Kemudian, setelah menuangkan pasir tersebut ke dalam celah di antara batu dan kerikil, sang dosen mengajukan pertanyaan untuk ketiga kalinya, "toples ini dengan begini apakah sudah penuh?"
Para mahasiswa menjawab dengan suara bulat, "belum"

Sang dosen mengeluarkan teko air, kemudian menuangkan air kedalam toples tersebut sampai ujungnya dan berkata,
"Apa kalian mengerti apa yang ingin saya katakan kepada kalian?"

Seorang mahasiswa mengangkat tangan.
"Walau sepadat apapun jadwal kesibukan kita, dengan usaha yang maksimum, kita mungkin saja bisa menjejalkan hal baru ke dalam jadwal kita yang padat tersebut"

"Bukan itu", jawab sang dosen
"Poin pentingnya bukan disitu. Kenyataan apa yang ingin kami tunjukkan dengan contoh barusan adalah, apabila kita tidak memasukkan batu yang besar terlebih dahulu sebisa mungkin, ruang untuk memasukkan batu tersebut tidak akan ada lagi setelah itu."
"Bagi kehidupan kita, apa yang menjadi batu besar tersebut?"

Hal tersebut bisa pekerjaan, keinginan/tujuan, orang yang kita cintai, keluarga, atau mimpi kita.
Apa yang disini disebut dengan 'batu besar', adalah hal yang paling penting bagi kalian.

Masukkan hal tersebut ke dalam toples terlebih dahulu, kalau tidak, hal tersebut akan hilang untuk selamanya.
Apabila kerikil atau pasir, atau dengan kata lain, hal yang bagi kehidupan kalian bukan merupakan hal yang penting yang dimasukan ke dalam toples terlebih dahulu, apa yang akan terpenuhi?
Kemudian, batu besar, atau dengan kata lain, waktu yang disediakan untuk hal yang paling penting akan hilang, dan hasilnya, hal yang paling penting tersebut itu sendiri tentu akan hilang, bukan?